5 Cara Membuat Aplikasi Penjualan Dengan Android Studio

Membuat aplikasi penjualan dengan Android studio mungkin jadi salah satu topik menarik untuk kita bahas pada era digital seperti saat ini. Bagaimana tidak, berbagai kegiatan manusia hampir semuanya sudah terbantu oleh adanya keanggihan teknologi.

Kegiatan yang mungkin sangat terbantu dengan adanya teknologi adalah berbelanja. Saat ini untuk melakukan aktivitas jual beli barang atau jasa, dapat terbantu dengan aplikasi belanja online. Dari adanya aplikasi belanja online, pastinya segala transaksi menjadi terasa lebih mudah.

Nah apabila kamu memiliki usaha baik itu berupa produk atau jasa, mungkin harus mulai beralih dan ikut memanfaatkan aplikasi belanja online. Apabila memang memungkinkan, kamu juga bisa membuat aplikasi sendiri menggunakan bantuan Andorid Studio.

Proses pembuatan aplikasi sejatinya dapat dilakukan dengan menggunakan coding atau cara tertentu. Namun sekarang kamu sudah dapat membuat aplikasi dengan mudah hanya dengan memanfaatkan Android studio.

Nantinya aplikasi hasil buatanmu bisa berpotensi untuk mengembangkan usaha atau bisnis yang kamu jalani. Selain itu, kamu juga bisa mendapatkan cuan berlimpah apabila mampu menarik banyak kalangan untuk download aplikasi buatanmu.

Baca Juga:

Cara Membuat Aplikasi Penjualan Dengan Android Studio

Meskipun pembuatan suatu aplikasi memang memerlukan keterampilan atau kemampuan, namun ternyata dapat kamu terapkan dengan mudah melalui bantuan Android studio. Pembuatan aplikasi penjualan atau belanja online dapat terealisasi dengan sentuhan magis dari fitur yang terdapat pada Andorid studio.

Bagi kalian yang penasaran mengenai bagaimana cara membuat aplikasi penjualan dengan Andorid studio, tentunya membaca artikel ini sangatlah tepat. Karena pada kesempatan kali ini kami akan memberikan informasi menarik seputar cara pembuatan aplikasi penjualan atau belanja online secara mudah.

1. Install Aplikasi JDK

Pertama yang perlu kamu lakukan apabila ingin membuat aplikasi penjualan adalah dengan install aplikasi JDK terlebih dahulu. Tanpa kamu menginstall aplikasi JDK, maka mungkin terbilang mustahil dapat menghasilkan karya aplikasi penjualan yang fenomenal dengan cara mudah.

Bagi yang belum tahu, JDK merupakan singkatan dari Java Development Kit. Aplikasi JDK ini adalah software yang umum dipakai oleh para developer dalam menciptakan suatu aplikasi menggunakan bahasa pemrograman.

2. Melakukan Install Andorid Studio

Kemudian jika sudah install JDK, bukan berarti aplikasi buatan milikmu akan segera terealisasi begitu saja. Kamu harus install juga Android studio, yang pada saat ini sudah secra resmi mendapatkan dukungan dari Google sebagai media pembuatan aplikasi.

Seperti namanya, Andorid studio dapat berfungsi sebagai pembuatan jenis aplikasi untuk perangkat Android. Terdapat beberapa fitur yang dapat kamu manfaatkan untuk menghasilkan aplikasi dengan bantuan pengeditan kode Intellij, developer tools, dan lain sebagainya.

3. Membuat Project

Apabila kamu tertarik menggunakan Andorid studio untuk membuat aplikasi, maka langkah selanjutnya adalah dengan membuat project baru. Proses pembuatan project baru ini yaitu dengan klik opsi menu start a new Android studio project.

Pada tampilan halaman activity yang muncul, kamu harus memilih empty activity untuk memulai suatu project dari awal. Setelah berhasil membuat project baru, maka lanjutkan proses dengan memilih opsi menu next.

Kemudian kamu juga harus menetapkan konfigurasi dari project aplikasi yang ingin dibuat dengan mengisikan beberapa informasi. Nantinya beberapa informasi yang perlu kamu isikan adalah Nama Project, Package Name, Save Location, Language, Minimum API Level.

4. Pembuatan Interface

Selanjutnya dalam membuat aplikasi kamu juga harus memperhatikan user interface atau yang lebih familiar dengan istilah UI. User Interface ini merupakan tampilan visual dari aplikasi Android.

Secara garis besar, UI adalah penggabungan dari beberapa elemen yaitu desain visual, interaksi, dan juga infrastruktur informasi. Nah pada aplikasi perangkat Andorid, terdapat empat jenis komponen View, yaitu Image View, List View, Grid View, dan Text View.

5. Request Data Adapter

Kemudian berikutnya ada Request Data Adapter yang secara fungsional sebagai komponen pengatur tampilan data dalam List View. Adapter ini nantinya akan menampilkan atau menyediakan akses data per item.

Selain itu, Request Data Adapter juga bertanggung jawab terhadap pembuatan view pada tiap item tersebut.
Tampilkan Data Dengan RecyclerView
Sebenarnya untuk Recyler View ini hampir memiliki kesamaan dengan List View, namun hanya saja sifatnya lebih canggih dan fleksibel.

Karena begitu canggih, Recycle View mampu memiliki kemampuan untuk menampilkan data dalam jumlah besar.

Baca Juga :

Akhir Kata

Demikianlah informasi yang dapat kami berikan pada para pembaca tentang cara membuat aplikasi penjualan dengan Android studio. Semoga informasi yang kami berikan dapat bermanfaat dan memberikan kemudahan bagi kalangan yang ingin membuat sebuah aplikasi Android.

Tinggalkan komentar